CINTA, CUPID, DAN WAKTU

10 Mar

I don’t whether this is a short story or whatever, I wrote it when I did my internship in Petrokimia Gresik. I posted this last October in my facebook notes, and I wanna share it here. Enjoy!😉

Alkisah ada 3 sahabat bernama CINTA, CUPID, dan WAKTU.

Dalam kamus hidup CINTA, tidak ada vocab yang bertuliskan ‘stay‘, karena CINTA itu berjiwa petualang. Menurut CINTA, kamus yang dia punya itu edisi revisi terbaru. CINTA mempunyai profesi sebagai diplomat, yang mana sangat disukainya.CINTA mewarisi perusahaan keluarganya yaitu HATI.,inc. Sebagai sahabat sehidup semati, CUPID dan WAKTU pun ikut bergabung dalam perusahaan keluarga CINTA, sebagai messenger saja.

Suatu hari, CINTA mengajak CUPID dan WAKTU untuk travelling. CINTA menjanjikan kepada sahabat-sahabatnya bahwa travelling kali ini pasti seru dan menarik. CUPID dan WAKTU pun akhirnya setuju mendampingi CINTA.

Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, akhirnya SAMPAILAH CINTA di dermaga milik seorang HAWA. Setelah mendengarkan curcol (curhat colongan-red) cukup lama dengan pemilik dermaga (alias si HAWA), CINTA mengetahui bahwa ternyata dermaga milik HAWA sudah cukup lama tidak disinggahi oleh kapal ADAM. CINTA berusaha memutar otak untuk membantu si pemilik dermaga.

Akhirnya, munculah sebuah ide yang disetujui juga oleh CUPID dan WAKTU. CINTA menyuruh CUPID untuk pergi mencari kapal ADAM yang cukup untuk dermaga hati HAWA. CINTA dan WAKTU menemani si pemilik dermaga sambil menanti kedatangan CUPID dan kapal ADAM.

Saat yang ditunggu-tunggu pemilik dermaga akhirnya tiba, terlihatlah sebuah kapal ADAM dari kejauhan yang datang bersama dengan CUPID. CINTA dan CUPID memperkenalkan si pemilik dermaga dengan kapal yang baru saja datang, sementara WAKTU menunggu mereka dengan sabar. Sebagai diplomat, CINTA memastikan proses penerimaan dan pemberian berlangsung lancar antara kapal ADAM dan HAWA, sebagai pemilik dermaga. CINTA juga mengingatkan bahwa kontrak di perusahaan miliknya tidak seperti XL, jadi ‘tidak ada syarat dan ketentuan berlaku’.

Awalnya, si pemilik kapal dan pemilik dermaga dapat berinteraksi dengan baik. Tetapi rupanya prinsip tidak mau rugi dan mementingkan diri sendiri masih menggoda mereka untuk merevisi kontrak yang sudah mereka buat bersama dengan CINTA sebagai saksinya. Demi keselamatan masing-masing, akhirnya mereka memutuskan untuk menuliskan tentang’ syarat dan ketentuan berlaku’ di kontrak mereka, tanpa sepengetahuan CINTA.

Tahun demi tahun dilewati, mereka berdua menjalankan semua transaksi tanpa melibatkan CINTA lagi. CINTA mulai merasa tidak dibutuhkan. Suatu hari CINTA mencoba untuk mengecek ulang kontrak milik klien-kliennya, dan kagetlah ia karena ternyata ada tambahan tulisan ‘syarat dan ketentuan berlaku’. Dengan kecewa, CINTA menemui si pemilik kapal dan pemilik dermaga. CINTA mengutarakan kepada mereka, bahwa jika mereka mengubah kontrak, berarti mereka tidak lagi ada dalam tanggungjawab perusahaan milik CINTA.

CINTA sangat sedih dan kecewa. Sebagai seorang sahabat, WAKTU mengingatkan bahwa sudah saatnya CINTA pergi dan melanjutkan rencana travellingnya ke dermaga-dermaga lain. CUPID pun ikut menghibur CINTA, dan menjanjikan akan mencari klien kapal yang lebih baik lagi.

CINTA, CUPID, dan WAKTU berpamitan dengan si pemilik kapal dan pemilik dermaga. Mereka berusaha sekuat mungkin untuk menahan CINTA, dan memohon kepada WAKTU untuk menyediakan kesempatan lagi. CINTA hanya tersenyum sedih menatap mereka dan berkata, “Aku seringkali gagal dalam melakukan transaksi antara pemilik dermaga dan pemilik kapal, tetapi aku tidak pernah jera untuk menyinggahi dermaga-dermaga lain. Oleh karena itu, jika kali ini kamu gagal, jangan menyerah. Saudara-saudaraku seperti Baroness CINTA II, Raden Ajeng CINTA XII, dan lainnya pasti akan menyinggahi dermagamu lagi. Mungkin saat itu kapal yang datang akan lebih baik dari yang sekarang. Dan untuk kamu, kapal ADAM,” CINTA menoleh kepada si pemilik kapal,”saudara-saudara CUPID nanti akan mencarikan dermaga yang tepat untukmu. Satu hal yang dapat kalian pelajari adalah jika ingin berhubungan dengan perusahaan HATI.inc lain kali jangan menambahkan kontrak dengan ‘syarat dan ketentuan berlaku’.

Tanpa menoleh, pergilah ketiga sahabat itu, CINTA, CUPID, dan WAKTU untuk melanjutkan travelling mereka ke tempat-tempat lain. CINTA percaya bahwa harapan itu selalu ada dalam dirinya .CINTA mendoakan yang terbaik untuk kedua kliennya yang tadi dapat belajar dari kesalahan mereka, karena dari pengalamannya, setiap tempat yang CINTA singgahi tidak pernah sama lagi.

written by:
Vness/july ’09

3 Responses to “CINTA, CUPID, DAN WAKTU”

  1. Lisa March 12, 2010 at 12:06 am #

    apa tuh baroness cinta n raden ajeng cinta bu?

    • Vanessa March 12, 2010 at 12:40 am #

      hahaha, sodaranya CINTA :p

  2. xmi September 6, 2010 at 9:53 pm #

    bagus🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: